Breaking News:

Liga 1 2021

Rayakan Lebaran Idul Adha di Surabaya karena PPKM, Hambali Tolib Rindu Coto Makassar

Masakan tradisional tersebut selalu menjadi hidangan utama saat berkumpul bersama keluarga merayakan lebaran

Ligaindonesiabaru.com
Hambali Tolib, pemain Persebaya Surabaya asal Kota Makassar, Sulawesi Selatan 


TRIBUN-SULBAR.COM - Rayakan Lebaran Idul Adha di Surabaya karena PPKM, Hambali Tolib Rindu Coto Makassar

Hari Raya Idul Adha 1442H yang jatuh pada hari Selasa (20/7/2021), seharusnya menjadi momen untuk berkumpul bersama keluarga.

Namun hal ini tidak dapat dirasakan oleh gelandang Persebaya Surabaya, Hambali Tolib.

Baca juga: Intensitas Gempa di Mamasa Meningkat, BMKG: Dipicu Aktivitas Patahan Saddang

Baca juga: Ditangkap Usai Begal Payudara, Pemuda Asal Desa Makmur Jaya Pasangkayu Terancam 7 Tahun Penjara

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat membuat Hambali memilih bertahan di Surabaya.

Dia merasakan Idul Adha kali ini berbeda dengan sebelum-sebelumnya karena kembali meningkatnya penyebaran virus Covid-19.

Eks pemain Persela Lamongan itu berharap dapat kembali bertemu dengan Idul Adha berikutnya, dapat kembali berkumpul bersama keluarga besarnya dan bisa menunaikan kurban.

"Iya di sini (Surabaya), kesan lebaran Idul Adha ini sedikit berbeda dengan adanya situasi pandemi.

"Harapan nya kedepan bisa terus bertemu dengan Idul Adha dan bisa diberi rezeki lebih, untuk berkurban,” ungkap Hambali seperti dikutip dari laman resmi ligaindonesiabaru.

Merasakan lebaran Idul Adha jauh dari keluarga, Hambali mengaku rindu dengan masakan khas daerah asalnya Makassar, Coto Makassar.

Masakan tradisional tersebut selalu menjadi hidangan utama saat berkumpul bersama keluarga merayakan lebaran.

“Coto Makassar, enggak ada yang lain. Iya karena itu makanan khas orang-orang Makassar jadi setiap hari raya pasti ada,” ujar pemain berusia 21 tahun itu.

Selama di Surabaya, Hambali tetap menjaga kondisi dengan melakukan latihan mandiri.

Selain latihan mandiri.

Selama aktivitas tim diliburkan selama 3 hari, dia juga menjaga pola makan agar kondisi tubuhnya tetap ideal.

“Jaga kondisi saja, latihan mandiri. Jaga pola makan, itu bagian penting seorang atlet,” tandasnya. (*)

Editor: Ilham Mulyawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved