Intensitas Gempa di Mamasa Meningkat, BMKG: Dipicu Aktivitas Patahan Saddang

"Jangan mudah terpengaruh dengan informasi yang kebenarannya tidak dipertanggungjawabkan. Ikuti informasi dari BMKG," pintanya.

Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Hasrul Rusdi
TribunSulbar.com/Semuel Mesakaraeng
Analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, Stasiun Majene. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Intensitas gempa di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) kembali meningkat sejak beberapa hari terakhir.

Pagi tadi, Rabu (21/7/2021) gempa beruntun mengguncang wilayah Kabupaten Mamasa.

Gempa pertama berkekuatan Magnitudo 3.7 SR. Gempa kedua berkuatannya 4.0 SR.

Gempa kembali dirasakan warga, sekira pukul 13.41 wita, magnitudo 3.9 SR.

Titik gempa berada pada 2.95 LS 119.41 BT, atau 10 Km Tenggara Mamasa, dengan kedalaman 2 Km.

Sejak 1 Juli 2021, sudah belasan kali terjadi gempa. Baik dirasakan maupun tidak dirasakan.

Hal itu diungkap Staf Operasional Geofisika, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Stasiun Majene, H Nur Rahman, Rabu (20/7/2021).

Dia menjelaskan, aktivitas gempa di Mamasa meningkat karena adanya patahan saddang.

"Di situ sumber pembangkitnya gempa bumi yang terjadi di Mamasa," jelasnya via telepon.

Menurut dia, gempa di Mamasa kriterianya mirip jenis gempa swarm.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved