Breaking News:

Positif COVID-19 di Mamasa Bertambah 309 Kasus karena Dipicu Hajatan Pernikahan dan Acara Duka

Empat kecamatan itu yakni Kecamatan Tabulahan 24 kasus, Pana' tujuh kasus, Tawalian satu kasus dan Bambang tiga kasus.

Semuel Messakaraeng/Tribun-Sulbar.com
Kepala Dinas Kesehatan Mamasa Hajai S. Tanga 

Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com/Semuel Mesakaraeng

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Positif COVID-19 di Mamasa Bertambah 309 Kasus karena Dipicu Hajatan Pernikahan dan Acara Duka 

Angka positif Covid-19 di Sulawesi Barat terus bertambah.

Tidak hanya terjadi di Kabupaten Polewali Mandar dan Mamuju saja yang punya jumlah penduduk tinggi, masing-masing 455.572 dan 74.866 jiwa.

Di Kabupaten Mamasa pun demikian.

Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 kini bertambah 35 kasus, yang tersebar di empat kecamatan.

Empat kecamatan itu yakni Kecamatan Tabulahan 24 kasus, Pana' tujuh kasus, Tawalian satu kasus dan Bambang tiga kasus.

Sehingga total kasus terkonfirmasi positif corona di Mamasa menjadi 309 kasus.

Sebanyak 304 diantaranya isolasi mandiri dan lima menjalani perawatan.

"hal ini disebabkan ada klaster penularan di Kecamatan Sumarorong dan Kecamatan Tabulahan," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mamasa, Hajai S. Tanga, Senin (19/7/2021).

Klaster penularan itu utamanya dipicu hajatan pernikahan dan acara duka.

"Itu yang menyebabkan penyebaran corona," ungkap Hajai.

Hajai, tidak menyangkal, Kluster penularan corona terjadi sebelum pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) diterapkan.

"Nanti setelah kasus meledak baru kita perketat PPKM," kata Hajai tak menampik.

Dia berharap, diberlakukannya PPKM, kasus corona di Mamasa tidak lagi meningkat. (*)

Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Ilham Mulyawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved