Breaking News:

Ditetapkan Masuk Kriteria C, Penegakan Diagnosis Pasien COVID-19 di Mamasa Tak Perlu Swab PCR

Dia bilang, hal ini sesuai surat keputusan Menteri Kesehatan nomor 4641 tentang panduan pelaksanaan pemeriksaan, pelacakan karantina dan isolasi

Semuel Messakaraeng/Tribun-Sulbar.com
Kepala Dinas Kesehatan Mamasa Hajai S. Tanga 

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Semuel Messakaraeng

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Penegakan diagnosis pasien Corona Virus Disease (Covid-19) di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, tidak lagi menggunakan swab polymerase chain reaction (PCR).

Alasannya karena Mamasa masuk daerah kategori C pelacakan Covid-19.

Baca juga: Positif COVID-19 di Mamasa Bertambah 309 Kasus karena Dipicu Hajatan Pernikahan dan Acara Duka

Demikian diungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mamasa, Hajai S. Tanga, kepada Tribun-Sulbar.com, Senin (19/7/2021) sore.

Dia bilang, hal ini sesuai surat keputusan Menteri Kesehatan nomor 4641 tentang panduan pelaksanaan pemeriksaan, pelacakan karantina dan isolasi dalam rangka pencegahan dan pengendalian Covid-19.

"Di situ ada pembagian kriteria, mulai kriteria A, B dan C. Kita masuk kriteria C," jelas Hajai.

Karena Mamasa masuk daerah kriteria C, maka diagnosis dan pemantauan follow up pasien, hanya menggunakan rapid antigen.

Jika ada pasien dinyatakan positif, disarankan isolasi mandiri paling lama 10 hari.

Setelah 10 hari, tim kesehatan memantau pasien.

"Kalau sudah tidak ada gejala lagi, dokter akan mengeluarkan surat rekomendasi bahwa pasien itu sudah dinyatakan sembuh," jelas Hajai lanjut.

Halaman
123
Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Ilham Mulyawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved