Breaking News:

Idul Adha 2021

Panduan Pelaksanaan Shalat Idul Adha 1442 H dan Penyembelian Hewan Kurban di Sulbar

"Pemotongannya harus dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH), bisa di luar tapi daerah yang bisa diatur prokesnya," beberanya.

TribunSulbar.com/Habluddin
Kepala Bimas Islam Kemenag Sulbar Misbahuddin. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Kementerian Agama Republik Indonesia mengeluarkan surat edaran terkait pelaksanaan Idul Adha 1442 H.

Tahun ini, Hari Raya Idul Adha 1442 H jatuh pada Selasa, 20 Juli 2021 besok.

Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas telah menerbitkan panduan penyelenggaraan Shalat Idul Adha dan penyembelian hewan qurban di tengah pandemi Covid-19.

Panduan ini tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama, SE. 15 Tahun 2021.

Kepala Bidang Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Sulbar, Misbahuddin mengatakan, ada tiga inti poin surat edaran tersebut, pertama mengatur soal pelaksanaan takbiran.

"Kalau zona merah dan oranye tidak dibolehkan shalat di Masjid. Kalau bukan masuk zona itu dibolehkan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan takbiran keliling tidak boleh," kata Misbahuddin, Senin (19/7/2021).

Lebih lanjut dikatakan poin kedua yakni shalat Idul Adha ditiadakan di daerah zona merah dan oranye.

"Kalau zona kuning dan hijau bisa dilaksanakan di Masjid, tapi Prokes ketat. Hanya 30 persen boleh hadir dari kapasitas masjid dengan ketentuan orang hadir dari usia 18 tahun sampai 59 tahun," tambahnya.

Misbahuddin juga mengungkapkan poin terakhir terkait cara pemotongan hewan kurban.

Baca juga: Warga Mamasa Sulbar Kurban 129 Sapi & Dua Ekor Kambing di Momen Idul Adha 1442 H

Baca juga: Penampakan Lubang Sedalam 5 Meter yang Muncul di Bawah Rumah Warga di Desa Takandeng Mamuju

Sapi potong milik Presiden Jokowi seharga Rp87 juta yang dibeli dari Polewali Mandar
Sapi potong milik Presiden Jokowi seharga Rp87 juta yang dibeli dari Polewali Mandar (Hasan Basri, Tribun-Sulbar.com)

"Pemotongannya harus dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH), bisa di luar tapi daerah yang bisa diatur prokesnya," beberanya.

Selain itu, diatur juga hanya petugas dan yang ditunjuk melakukan pemotongan.

"Pendistribusiannya juga tidak boleh berkurumun. Petugas yang mengantar ke rumah warga berhak mendapatkan," ujarnya.

Dia menuturkan hal ini dilakukan demi melindungi masyarakat agar tidak tertular penyakit Covid-19.

"Kemenag juga tidak ada pelaksanaan Idul Adha dan akan ditindak tegas jika ada pejabat menfasilitasi pelaksanaan Idul Adha," tandasnya.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Habluddin

Penulis: Habluddin Hambali
Editor: Hasrul Rusdi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved