Idul Adha 1442 H
1.856 Ekor Sapi dan 4.149 Ekor Kambing di Sulbar Siap Potong Saat Idul Adha
Berdasarkan data Karantina Pertanian Sulawesi Barat, selama Januari hingga Juli 2021, sebanyak 1.856 ekor sapi dan 4.149 ekor kambing siap potong.
Penulis: Habluddin Hambali | Editor: Ilham Mulyawan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Kepala-Karantina-Pertanian-Mamuju-Agus-Karyono.jpg)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Habluddin
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Berdasarkan data Karantina Pertanian Sulawesi Barat, selama Januari hingga Juli 2021, sebanyak 1.856 ekor sapi dan 4.149 ekor kambing siap potong.
"Pasokan hewan kurban di sulbar sudah cukup, malah sulbar bertahun-tahun mengirimkan sapi ke pulau kalimantan," kata Kepala Karantina Pertanian Mamuju, Agus Karyono melalui telepon, Minggu (18/7/2021).
Sehingga, stok hewan kurban untuk Idul Adha 1442 H di Sulbar sudah lebih dari cukup.
Baca juga: Bolot, Sapi Kurban Asal Polman Milik Presiden Jokowi, Beratnya 1 Ton dan Diberi Makan 5 Kali Sehari
Baca juga: Presiden Jokowi Beli Sapi Kurban Asal Desa Sumberejo di Polman, Beratnya 1 Ton, Harganya Rp87 Juta
Bahkan saking banyaknya stok, pihaknya juga mengirim ke Pulau Kalimantan.
Untuk kesehatan hewan kurban di Kabupaten Mamuju, dia menyebut masyarakat tidak usah khawatir.
Sebab Stasiun Karantina Pertanian Mamuju sudah melakukan pemeriksaan kesehatan hewan.
Pemeriksaan dilakukan di Kandang Karantina di Desa Botteng, Kecamatan Simboro dan Kepulauan, Mamuju, Sulbar.
"Ada enam dokter hewan, dan tujuh paramedik karantina hewan yang rutin memeriksa kesehatan hewan-hewan kurban tersebut," ia menambahkan.
Hal ini penting dilakukan agar hewan kurban bebas penyakit antraks, brucellosis hingga pink eye.
"Sejauh ini tidak ada penyakit yang ditemukan," terang Agus. (*)
Sapi Kurban Milik Presiden Jokowi Seharga Rp87 Juta
TRIBUN - SULBAR. COM, POLMAN -- Sapi yang diternakkan oleh Marsidi (45), dipilih Sekretariat Negara menjadi hewan kurban Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada perayaan Idul Adha 1442 Hijriah tahun ini.
Sapi itu berjenis simental dengan bobot 1 ton 8 kilogram.
Panjangnya dua meter, dengan tinggi satu setengah meter.
Harga jualnya Rp87 juta dan diternakkan di Dusun Pendukuan, Desa Sumberjo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman).
"Senang sekali karena sapi ini dibeli oleh orang nomor satu di Indonesia," ujar Marsidi saat ditemui di peternakan sapi miliknya, Kamis (15/7/2021).
Rupanya, sapi yang dipelihara selama empat tahun itu punya nama.
"Namanya Bolot, karena sejak kecil kalau dikasih mandi itu suka keluar lemaknya," ucap bapak dua anak itu.
Perlakuan khusus dilakukan kepada Bolot.
Setiap hari dimandikan dua kali, pagi dan sore.
Kemudian diberi makan lima kali sehari, dengan jenis pakan bervariatif.
Mulai ampas tahu, dedak dan rumput hijau.
"Kalau dikasih makan ampas tahu, itu bisa mencapai 1 kilogram sekali makan, " terangnya.
Kepala Bidang Peternakan Kabupaten Polewali Mandar, Kaharuddin mengatakan, sebenarnya ada tiga ekor sapi diusulkan.
Pertama di Sumberejo, kedua dari Kebun Sari dan ketiga di Campurejo.
"Ternyata yang dipilih dengan berat 1 ton 8 kg yang dipelihara Marsidi, " ungkap Kaharuddin.
Dia bilang harga sapi dipotong tiga persen, mengingat pemilik tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
Sapi ini adalah hewan kurban ke-5 asal Polman yang dipilih Jokowi untuk disumbangkan tiap tahun.
"Sudah lima tahun pak Jokowi pilih terus di sini, karena memang sapi besar ada di Polman," bebernya.
Sapi ini rencananya akan dipotong di Desa Bonde, Kecamatan Campalagian, Polewali Mandar. (*)