Cara Dosen dan Mahasiswa Unsulbar Edukasi Warga Cegah Stunting
Program ini dilaksanakan di Desa Panyampa, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat selama dua pekan.
Penulis: Hasan Basri | Editor: Hasrul Rusdi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Dosen-dan-mahasiswa-Universitas-Sulawesi-Barat-Unsulbar.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Dosen dan mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) mengedukasi warga pola hidup sehat, untuk mencegah stunting.
Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama.
Sehingga, mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.
Edukasi diberikan melalui progam dengan tema Kelas Pesisir dan Edukasi Stunting. .
Program ini dilaksanakan di Desa Panyampa, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Sulbar) selama dua pekan.
Tahap pertama digelar di Dusun Mario pada 4 Juli 2021 lalu. Selanjutnya, tahap dua di dusun lain pada 12 Juli 2021.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi tim Pengabdian Kepada Masyarakat Stimulus Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (PKMS DIPA) Unsulbar.
Himpunan Mahasiswa Biologi (Himabio) Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsulbar, dan Komunitas Sipaqmandar.
Ketua Tim PKMS DIPA Unsulbar, Arlinda Puspita Sari mengatakan, kegiatan edukasi diberikan seperti, belajar baca tulis, menghitung, belajar doa' harian, kesenian serta permainan menarik lainnya.
Diikuti 43 peserta anak usia 6 sampai 14 tahun.
“Anak-anak sangat antusias belajar. Kegiatan seperti ini harus berkelanjutan. Pada dasarnya kami datang melakukan stimulus,” ujar Arlinda Puspitasari, dalam rilisnya, Jumat (16/7/2021).
• AJI: Ajakan Stop Baca Berita Covid-19 Timbulkan Rasa Aman Palsu dan Ancam Keselamatan Publik
Baca juga: Positif COVID-19 di Sulbar Naik 6.619 kasus, ABM Perintahkan 5.387 ASN Pemprov WFH Hingga 30 Juli
Selain anak, ada 25 usia dewasa maupun orangtua diberikan pemahaman tentang pentingnya pola hidup sehat.
Edukasi bagi warga digelar di Aula Kantor Desa dengan pemateri Petugas gizi Puskesmas Katumbangan, Annisa Maghfirah.
“Stunting merupakan permasalahan yang serius, karena stunting bukan hanya kerdil dalam hal fisik, tapi juga kerdil dalam hal mental dan cara berpikir," kata Annisa.
"Sehingga nutrisi pada 1000 hari pertama kehidupan sangat penting untuk diperhatikan. Terutama di Sulawesi Barat, yang merupakan Provinsi ke-2 dengan kasus stunting terbanyak di Indonesia,” jelasnya.
Dia berharap masyarakat berperan aktif dalam upaya pencegahan stunting. Hal ini bertujuan untuk menekan angka stunting di Sulawesi Barat untuk generasi sehat dan cerdas.
Sulawesi Barat merupakan provinsi peringkat kedua tertinggi kasus stunting di Indonesia , setelah Nusa Tenggara Timur. (*)