Breaking News:

Pascagempa, Pemprov Ingin Edukasi Tanggap Bencana Masuk Kurikulum Sekolah Dasar se-Sulbar

Edukasi tanggap bencana di Jepang, lanjut Idris bahkan sudah diberikan kepada anak sekolah dasar. Simulasi gempa bumi secara rutin diadakan di sekolah

Abni Ganina/Tribun-Sulbar.com
Sekprov Sulbar, Muhammad Idris saat menjadi mentor tamu pada kegiatan Pelatihan Jurnalistik Tribun-Sulbar.com di Kafe Al-mira, Jl. Cut Nyak Dien, Kabupaten Mamuju, Rabu (14/7/2021). 


TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulawesi Barat, DR Muhammad Idris mengatakan Sulbar dan Jepang sama-sama berpotensi rawan bencana seperti gempa bumi, banjir dan tanah longsor.

Hal ini dikarenakan keberadaan Ring of Fire atau lingkaran api.

Ini istilah yang menggambarkan daerah yang sering mengalami gempa, diakibatkan pergerakan lempeng tektonik di bawah lapisan bumi.

Baca juga: Kasus Covid-19 Naik, Pelantikan Putra Mahkota Andi Bau Akram Dai Jadi Raja Mamuju Ditunda

Baca juga: Dr M Idris DP MSi: Pascagempa, Eksploitasi Lingkungan Jadi Ancaman Laten Jangka Panjang di Sulbar

"Namun dalam hal edukasi mitigasi, atau penanganan potensi bencana, kita di Sulbar belum ada.

"Sedangkan di Jepang sudah sangat lama mereka menerapkan edukasi untuk warganya agar senantiasa bersiap terhadap kemungkinan terjadinya gempa bumi dan tsunami," ujar Muhammad Idris saat menjadi mentor tamu dalam kegiatan pelatihan jurnalistik Tribun-Sulbar.com di Kafe Al-mira, Jl. Cut Nyak Dien, Kelurahan Karema, Kecamatan Mamuju, Rabu (14/7/2021).

Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulawesi Barat, Muhammad Idris
Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulawesi Barat, Muhammad Idris saat menjadi mentor tamu dalam kegiatan pelatihan jurnalistik Tribun-Sulbar.com, Rabu (14/7/2021).

Edukasi tanggap bencana di Jepang, lanjut Idris bahkan sudah diberikan kepada anak sekolah dasar.

Simulasi gempa bumi secara rutin diadakan di sekolah-sekolah dasar.

Anak-anak sekolah diajari berlindung di bawah meja, dan berpegangan pada kaki meja hingga guncangan gempa selesai.

"Karena itulah edukasi seperti ini juga harus dilakukan di Sulbar. Apalagi disini memang indeks bencana alamnya tertinggi kedua setelah Maluku," ungkap Idris.

Maka dari itulah pihak pemerintah daerah, kata dia, saat ini sedang merancang edukasi kebencanaan untuk masuk di dalam kurikulum sekolah.

Halaman
12
Editor: Ilham Mulyawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved