Breaking News:

Butuh Perhatian Direktur, 223 Perawat Honorer RS Mamuju Mogok, Pelayanan Pasien Diambil Alih ASN

para perawat menuntut jaminan kesehatan, perlindungan selama masa COVID-19 termasuk kesejahteraan kesehatan.

Habludin/Tribun-Sulbar.com
Suasana di depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mamuju, Senin (12/7/2021). Sebanyak 223 tenaga kesehatan honorer mogok kerja karena honor yang belum dibayarkan 

Laporan Wartawan TRIBUN-SULBAR.COM, Habluddin Hambali

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU -  Sedikitnya 223 perawat honorer Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mamuju, Senin (12/7/2021).

Perawat berstatus honorer ini menuntut pembayaran honor bulanan termasuk jaminan kesehatan dari manajemen rumah sakit.

Baca juga: Pandemi Covid-19, Pedagang Mangga di Pasar Baru Mamuju Raup Omset Jutaan Per Hari

Baca juga: Belajar Tatap Muka di Polman kembali Ditunda karena Covid Naik, Guru SMK Bulo: Kasihan Siswa!

Aksi mogok akan berlanjut hingga tuntutan mereka dipenuhi dan direktur rumah sakit memberi perhatian.

Manajemen rumah sakit daerah memastikan, aksi ini tak menganggu layanan pasien.

Tugas pelayanan rawat jalan dan rawat inap diambil alih dokter dan perawat  berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN).

Suasana di kamar peawatan RSUD Mamuju
Suasana di kamar peawatan RSUD Mamuju

Dari pantauan TRIBUN-SULBAR.COM puluhan perawat suka rela sedang berkumpul di halaman Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mamuju di Jl Kurungan Bassi, Kelurahan Rimuku, Kecamatan Mamuju, Mamuju, Sulbar.

Perawat saat ini sementara mengumpulkan petisi mogok kerja.

Koordinator Perawat Mardiana menuding aksi mogok adalah akumulasi kekecewaan.

Mengatasnamakan rekannya, dia menyebut direktur rumah sakit tak mempertahikan mereka.

Halaman
12
Penulis: Habluddin Hambali
Editor: Thamzil Thahir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved