Breaking News:

PKM Sumarorong

9 Nakes Terpapar Covid-19, PKM Sumarorong Hanya Layani yang Darurat

Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19 Mamasa meliburkan sejumlah petugas Puskesmas Sumarorong.

Tribun Timur / Samuel Mesakaraeng
Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Mamasa, Into Harahap 

TRIBUN-SULBAR.COM,MAMASA - Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Sumarorong Kabupaten Mamasa Sulawesi Barat (Sulbar) ditutup sementara.

Alasannya karena sembilan tenaga kesehatan (Nakes) PKM Sumarorong positif covid-19.

Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19 Mamasa meliburkan sejumlah petugas Puskesmas Sumarorong.

Keputusan ini berdasarkan┬áhasil rapat koordinasi Satgas Covid-19 Kecamatan Sumarorong dan Bupati Mamasa, H Ramlan Badawi, selaku Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Mamasa.

Hal tersebut diungkap Kepala Bidang P2P, Dinas Kesehatan Mamasa, Into Harahap, kepada wartawan, Minggu (4/7/2021) sore.

Into Harahap, menjelaskan keputusan itu mulai berlaku hari ini.

Penutupan ini akan berlaku selama lima hari ke depan.

Meski begitu, bagi pelayanan yang bersifat emergency atau darurat tetap dibuka.

"Untuk wilayah Sumarorong, ada sembilan tenaga kesehatan (Nakes) yang terkonfirmasi positif," jelas Into, saat dikonfirmasi di lokasi vaksinasi serentak di Desa Balla

Untuk Nakes punya riwayat kontak erat dengan Nakes positif, untuk sementara diliburkan.

"Karena keterbatasan SDM, maka yang kontak erat kita liburkan.

Tetapi pelayanan yang sifatnya emergency tetap dibuka," jelas Into.

Into menyebut sembilan Nakes positif berdasarkan hasil swab PCR dan anti body.

"Sebagian sampel swab dari kontak erat masih menunggu hasil pemeriksaan,"

Sekarang masih tahap pemeriksaan di BBLK Makassar," pungkasnya.

Laporan wartawan @sammy_rexta

Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Munawwarah Ahmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved