Breaking News:

6 Bulan Gempa Sulbar

30-an Pasien Umum dan 7 Pasien Covid-19 Sulbar Masih Dirawat di Tenda Darurat RS Regional

Puluhan pasien umum dirawat di sembilan tenda, ukuran raksasa. Tenda itu berwarna abu-abu dan oranye.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Ilham Mulyawan
TribunSulbar.com/hasan_basri
RS TENDA DARURAT - Area Rumah Sakit Tenda Darurat di Pelataran parkir RSUD Sulbar, Jl RE Martadinata No 61, Simboro dan Kepulauan, Mamuju, Sulbar, Sabtu (3/7/2021) sore. Layanan medis di fasilitas medik regional ini tetap jalan bersamaanbProyek renovasi Gedung UGD dan pelayanan RSUD Regional Sulbar, enam bulan pascagempa bumi, 15 Januari 2021. Proyek renovasi dikerjakan kontraktor Waskita Karya, dijadwalkan selesai akhir tahun 2021 ini bisa beroperasi normal. 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com: Hasan Basri

TRIBUN-SULBAR. COM, MAMUJU -- Sekitar 30-an pasien umum dan 7 pasien terkonfirmasi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), akhir pekan ini, masih menjalani perawatan dan pemulihan di Rumah Sakit Regional Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Mamuju.

Bukan di bangsal perawatan, ICU room, atau ruang isolasi, pasien dari 6 wilayah kabupaten di Sulbar ini, masih dirawat di belasan tenda tenda darurat di pelataran dan halaman RSUD Regional Sulbar,  Jl RE Martadinata, Simboro dan Kepulauan, Mamuju.

Dari pantauan TribunSulbar.com, Sabtu (3/7/2021) pukul 16.00 WITA, tenda darurat itu berada di halaman depan dan pelataran parkir belakang rumah sakit di dataran tinggi kota Mamuju itu.

Sedangkan pasien COVID-19 dirawat di enam tenda darurat halaman depan rumah sakit. 

Kawasan tenda pasien COVID-19 dipagari seng setinggi 2 meter.

Lokasinya terisolir dan dibawah pengawasan ketat 6 anggoat tim paramedik.

Seorang keluarga pasien melintas di area RS Tenda Darurat di Pelataran parkir RSUD Sulbar, Jl RE Martadinata No 61, Simboro, Mamuju, Sulbar, Sabtu (3/7/2021) sore.
Seorang keluarga pasien melintas di area RS Tenda Darurat di Pelataran parkir RSUD Sulbar, Jl RE Martadinata No 61, Simboro, Mamuju, Sulbar, Sabtu (3/7/2021) sore. (Tribun Timur / Thamzil Tahir)

Ruang perawatan darurat itu dibangun sejak enam bulan lalu, satu pekan usai gempa 6,2 Magnitudo Sulbar, Jumat, 15 Januari 2021 siang lalu.

"Semenjak usai gempa pasien dirawat disini, " kata seorang perawat, Murdiana (38), kepada TribunSulbar di tenda perawatan, Sabtu (3/7/2021).

Puluhan pasien umum dirawat di sembilan tenda, ukuran raksasa. Tenda itu berwarna abu-abu dan oranye.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved