Breaking News:

Antisipasi Aksi Premanisme, Intel Polres Majene Sisir Terminal Hingga Pasar

Meminta jasa parkir tanpa disertai karcis retribusi sah adalah bagian dari aksi premanisme yang sangat meresahkan.

Ist/TribunSulbar.com
Satuan Intelijen Kepolisian Resor Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) menyisir sejumlah lokasi yang dianggap rawan dengan aksi premanisme, Senin (28/6/2021). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE -- Satuan Intelijen Kepolisian Resor Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) menyisir sejumlah lokasi yang dianggap rawan dengan aksi premanisme, Senin (28/6/2021).

Seperti terminal pembantu, pasar sentral, pusat perbelanjaan , dan beberapa titik lainnya di wilayah Majene.

Penyisiran dilakukan sesuai dengan intruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Baca juga: Jadwal 16 Besar EURO 2020 Malam Ini: Kroasia vs Spanyol dan Perancis vs Swiss, Live Streaming RCTI

Baca juga: Gubernur Sulbar Minta Bupati Wakil Bupati Mejene yang Baru Segera Lakukan Ini

Instruksi itu keluar setelah Kapolri mendapat perintah langsung dari Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

Kanit Keamanan Satuan Intelkam Polres Majene, Bripka Budi Santoso mengatakan, upaya mencegah aksi premanisme dengan cara mendatangi langsung lokasi-lokasi yang dianggap rawan.

"Sekaligus memberikan pemahaman kepada oknum yang melakukan tindakan premanisme bahwa tindakan yang dilakukan tersebut adalah tindakan yang salah dan melanggar hukum," ujar Bripka Budi Santoso melalui pesan rilisnya.

"Segala kegiatan yang meresahkan tanpa dasar hukum adalah pelanggaran hukum, untuk itu kegiatan apapun yang mengarah pada tindakan premanisme agar tidak dilakukan lagi," lanjut Budi Santoso.

Baca juga: Jadwal 16 Besar EURO 2020 Malam Ini: Kroasia vs Spanyol dan Perancis vs Swiss, Live Streaming RCTI

Baca juga: VIDEO: Polda Sulbar Gelar Vaksinasi Covid-19 Massal Menyambut HUT ke-75 Bhayangkara

Ia mengakui beberapa hari terakhir mendapat banyak keluhan masyarakat khususnya para perempuan.

Mereka kerap dipaksa atau dimintai uang, padahal jelas-jelas lahan parkir tertera bebas biaya parkir.

Menurutnya, aksi premanisme itu tidak hanya sebatas kekerasan ataukah pemalakan.

Meminta jasa parkir tanpa disertai karcis retribusi sah adalah bagian dari aksi premanisme yang sangat meresahkan.

Budi mengingatkan bagi masyarakat mendapat perlakuan oleh pelaku agar melaporkan kepada pihak kepolisian.

Laporan bisa melalui layanan panggilan gratis aplikasi Dumas Presisi dan layanan Hotline Polisi 110.

“Jangan takut melaporkan, jika ada tindak kejahatan di tempat Anda. Mari bersama-sama kita jaga, agar lingkungan tetap aman dan kondusif,” tandasnya.

(*)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Hasrul Rusdi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved