Breaking News:

Mamasa Daerah Tertinggal, Kadis PU: Ada Sejumlah Jembatan yang Memprihatinkan

"Ketua Komisi II bilang kalau menyeberang habis tiga kali amin baru sampai di ujung jembatan," ungkap Daud Tandi Arruan.

TribunSulbar.com/Semuel Mesakaraeng
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mamasa, Daud Tandi Arruan 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Dari segi infrastruktur, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), dianggap masih masuk kategori daerah tertinggal.

Hal itu diakui Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mamasa, Daud Tandi Arruan.

Daud, mengatakan, ada satu jembatan yang menghubungkan tiga kecamatan di Mamasa yang betul-betul harus mendapat perhatian.

Yakni Jembatan Salu, poros Batang Uru-Nosu.

Potret anak SD di Mamasa Sulbar meniti tali jembatan rusak
Potret anak SD di Mamasa Sulbar meniti tali jembatan rusak (Tribun Timur / Samuel Mesakaraeng)

Jembatan ini merupakan kewenangan Sulbar, sebab jalan itu berstatus jalan strategis provinsi.

Kondisi jembatan itu menurut Daud, sudah mulai miring.

Padahal jembatan ini tidak terlalu panjang.

Tetapi karena kondisinya rusak parah, maka butuh waktu lama untuk melintas karena mesti penuh kehati-hatian.

"Ketua Komisi II bilang kalau menyeberang habis tiga kali amin baru sampai di ujung jembatan," ungkap Daud Tandi Arruan, saat dikonfirmasi di kediamannya, Kamis (24/6/2021).

Hal ini menggambarkan bahwa saking rusaknya jembatan itu, sehingga pelintas harus sangat hati-hati melintasinya.

Baca juga: VIDEO: Gunting dan HP Ditemukan di Kamar Hunian Tahanan Rutan Majene

Baca juga: Viral Anak SD di Mamasa Gelantungan Lewati Jembatan Rusak, Kadis PUPR: Kita Perbaiki Secepatnya

Halaman
12
Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Hasrul Rusdi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved