Breaking News:

Tingkatkan Produk Ekspor Daerah, Gubernur Sulbar Minta Perizinan Pelaku Usaha Dipermudah

Beberapa jenis komoditi di Sulbar sudah menembus pasar ekspor, seperti kakao, kelapa sawit, rotan, briket batok kelapa, cangkang sawit, ikan tuna

Ist/TribunSulbar.com
Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar buka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Peningkatan Ekspor Daerah Masa Pandemi Covid-19 dan Pasca Gempa 6,2 Magnitudo di Aula Hotel Berkah Mamuju, Selasa (15/6/2021). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat berupaya meningkatkan produk ekspor daerah untuk mendukung pemulihan ekonomi di tangan pandemi Covid-19 dan pasca gempa bumi.

Untuk mendukung peningkatan produk ekspor daerah menurut Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar meminta para pengusaha diberi kemudahan dalam pengurusan dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB).

Dokumen itu dikeluarkan Kantor Bea dan Cukai.

Baca juga: Dianggap Merusak Pemandangan, Tiang Lampu Jalan di Kota Mamasa Dibongkar

Baca juga: Jatanras Polda Sulbar Amankan 14 Preman & 9 Pemuda yang Pesta Miras di Kota Mamuju

Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar buka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Peningkatan Ekspor Daerah Masa Pandemi Covid-19 dan Pasca Gempa 6,2 Magnitudo di Aula Hotel Berkah Mamuju, Selasa (15/6/2021).
Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar buka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Peningkatan Ekspor Daerah Masa Pandemi Covid-19 dan Pasca Gempa 6,2 Magnitudo di Aula Hotel Berkah Mamuju, Selasa (15/6/2021). (Ist/TribunSulbar.com)

"Kita bermohon kepada Kementerian Keuangan agar segera menempatkan Kantor Wilayah Bea dan Cukai di Sulbar," kata Ali pada Focus Group Discussion (FGD) Peningkatan Ekspor Daerah Masa Pandemi Covid-19 dan Pasca Gempa 6,2 Magnitudo di Aula Hotel Berkah Mamuju, Selasa (15/6/2021).

Karena itu, orang nomor satu di Sulbar itu berharap semua stakeholher bersinergi.

Termasuk pelaku usaha bergandengan tangan dalam upaya meningkatkan produk ekspor daerah melalui peningkatan kualitas produk.

"Kalau bukan kita semua yang berbuat untuk daerah ini siapa lagi dan kapan lagi kalau bukan sekarang untuk mewujudkan provinsi ini menjadi maju dan malaqbi," tuturnya.

Baca juga: Profil Rektor Unsulbar, Akhsan Djalaluddin: Pernah Menjabat Kepala Bappeda Pemprov Sulbar

Baca juga: 1.564 Mahasiswa Baru Lulus SBMPTN 2021 di Unsulbar, Link Daftar Ulang http://pmb.unsulbar.ac.id

Dia berharap, FGD tersebut dapat menjadi ruang tukar pemikiran melalui diskusi terarah tentang potensi dan prospek sektor perdagangan, serta UKM di Sulbar dalam rangka pengembangan komoditi ekspor.

"FGD ini juga hendaknya jadi forum pengayaan informasi bagi peserta untuk mengenal potensi ekspor baik regional dan nasional, agar memperjelas gambaran potensi komoditi unggulan Sulbar,"katanya.

Ia menambahkan, beberapa jenis komoditi di Sulbar sudah menembus pasar ekspor, seperti kakao, kelapa sawit, rotan, briket batok kelapa, cangkang sawit, ikan tuna dan rumput laut.

Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar
Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar (Ist/TribunSulbar.com)

"Jenis komoditi ini memang mempunyai potensi pasar besar dengan negara tujuan seperti Jepang, Filipina, India, Pakistan dan Timur Tengah," terangnya.

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Sulbar, Amir Maricar menjelaskan, pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi kinerja perdagangan, termasuk di daerah Sulbar.

Ditambah lagi, Sulbar dilanda bencana gempa bumi magnitudo 6,2 pada 15 Januari lalu.

"Kami sebagai penerbit SKA/COO aksesnya tertutup untuk melakukan aktivitas ekspor selama dua bulan, nanti terbuka melayani di bulan April," ucapnya.

TribunSulbar.com

Penulis: Nurhadi
Editor: Hasrul Rusdi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved