Breaking News:

Polres Mamuju Tengah Gelar Razia Premanisme di Pasar Topoyo

"Semua aktivitas pungutan liar (pungli) yang membuat resah masyarakat menjadi atensi untuk diberi tindakan tegas," kata Iptu Samsuddin.

Ist/TribunSulbar.com
Personel gabungan Polres Mamuju Tengah Sulbar melakukan razia tindak premanisme di daerah pasar dan pertokoan di Topoyo 

TRIBUN-SULBAR.COM, MATENG - Polres Mamuju Tengah (Mateng) lakukan razia premanisme di sejumlah titik di Topoyo, Senin (14/6/2021).

Kasi Humas Polres Mateng, Iptu Samsuddin menyebut, operasi premanisme sebagai pelaksanaan perintah Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memberantas premanisme.

"Semua aktivitas pungutan liar (pungli) yang membuat resah masyarakat menjadi atensi untuk diberi tindakan tegas," kata Iptu Samsuddin.

Baca juga: Update Covid-19 Sulbar Senin 14 Juni 2021: 2 Kasus Baru & 3 Sembuh, Total Positif 5.615

Baca juga: Daftar 9 Desa di Majene Kena Pemadaman Listrik Bergilir PLN Selama 6 Hari

Operasi premanisme, lanjutnya, untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam melaksanakan usaha bisnis maupun kegiatan masyarakat lainnya.

"Kami harus memastikan masyarakat aman dan nyaman dalam menjalankan aktivitas bisnis, pokoknya tidak ada ruang bagi oknum yang ingin berlagak preman di Mamuju Tengah," tegasnya.

Kegiatan operasi premanisme dan pungli Polres Mateng dipimpin langsung KBO Sat Reskrim Ipda Baktiar bersama Timsus Polres Mamuju Tengah.

"Kami menyasar daerah pasar dan pertokoan di daerah Topoyo," ucapnya.

Ipda Baktiar dalam operasi itu puluhan warga diperiksa namun tidak ditemukan adanya ciri-ciri atau tindakan premanisme.

"Kami memberikan himbauan yang sifatnya preventif kepada warga agar tidak melakukan pungutan liar yang tidak sesuai dengan aturan," tuturnya.

Personel gabungan Polres Mamuju Tengah Sulbar melakukan razia tindak premanisme di daerah pasar dan pertokoan di Topoyo
Personel gabungan Polres Mamuju Tengah Sulbar melakukan razia tindak premanisme di daerah pasar dan pertokoan di Topoyo (Ist/TribunSulbar.com)

Selain itu, mereka memberikan himbauan agar masyarakat tetap patus protokol kesehatan untuk memutus penyebaran Covid-19.

Polres Mamuju Tengah menyiapkan call center 110 untuk masyarakat menyampaikan aduan jika mendapati tindakan premanisme dan pungli di lapangan.

"Premanisme, pungutan liar atau kejahatan lainnya agar segera menghubungi kantor polisi terdekat atau dapat menghubungi kami di call center 110 dan kami akan memberikan bantuan maksimal kepada masyarakat," pungkasnya.

TribunSulbar.com

Penulis: Nurhadi
Editor: Hasrul Rusdi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved