Breaking News:

DPRD Mamasa

Penyebab Ranperda Perlindungan Tani Gagal Dibahas DPRD Mamasa

Agenda rapat paripurna penyampaian pendapat akhir fraksi terhadap rancangan perubahan RPJMD dan Ranperda Retribusi Daerah.

Samuel Mesakaraeng
Penyampaian pendapat akhir, Ketua Fraksi Golkar DPRD Mamasa, Jupri Samboma'dika 

TRIBUN-SULBAR.COM,MAMASA - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) gelar rapat paripurna, Kamis (10/6/2021) siang tadi.

Rapat dilaksanakan di ruang paripurna DPRD Mamasa.

Agendanya penyampaian pendapat akhir fraksi terhadap rancangan perubahan RPJMD dan Ranperda Retribusi Daerah.

Pada rapat ini, terungkap bahwa rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang perlindungan dan pemberdayaan petani sebelumnya diusulkan Pemda Mamasa, gagal dibahas Pansus DPRD.

Hal itu diketahui setelah Jupri Samboma'dika, Ketua Fraksi Golkar, sampaikan pandangan akhirnya.

Jupri menyampaikan, terhadap Ranperda Perlindungan Petani (Peintan), diharapkan agar dapat sesegera mungkin dilanjutkan.

Harapannya, agar petani di Mamasa mendapatkan perlindungan dan pemberdayaan.

Sebab petani memiliki peran dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pangan, yang dianggap sebagai hak dasar kesejahteraan petani.

Menurut Jupri, yang dimaksud dengan perlindungan petani adalah segala upaya membantu petani, dalam menghadapi segala permasalahan yang kesulitan dalam memperoleh sarana dan prasarana produksi, serta kepastian usaha dan resiko harga.

"Sehingga Fraksi Golkar, Ranperda ini segera dilanjutkan, untuk mencapai tujuan marwah, martabat, kehormatan dan harga diri petani untuk meningkatkan finansial agar generasi muda semangat menjadi petani," ujar Jupri.

Halaman
12
Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Munawwarah Ahmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved