Breaking News:

Sepekan Tidak Diangkut, Warga Polman Mulai Enggan Bayar Restribusi Sampah

"Saya kira itu manusia, dan masuk akal ketika sampahnya tidak diakut. Tapi saya kira masyarakat akan sandar sendiri ketika normal kembali," ujarnya.

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN -- Sebagian warga di Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) mulai menolak membayar restribusi sampah.

Sudah sepekan terakhir sampah di depan rumah atau tempat dagangan warga tidak diangkut oleh petugas.

Padahal mereka rajin membayar restribusi. Restribusi pungutan sampah disetor kepada pemerintah sebanyak Rp 2 ribu per hari.

Baca juga: TPA Ditutup, Tumpukan Sampah di Pasar Wonomulyo Dibungkus Terpal Agar Tidak Menimbulkan Bau

"Bukannya tidak mau bayar, tapi bagaimana caranya, kalau sampah tidak pernah diangkut," kata seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya.

Penolakan pembayaran resribusi sampah dibenarkan langsung Camat Wonomulyo, Asrul Ambas.

Asrul Ambas mengaku memaklumi sikap warga yang menolak membayar restribusi sampah.

Musababnya, pengangkutan sampah belum bisa operasi lantaran tempat pembuangan akhir masih ditutup.

"Saya kira itu manusia, dan masuk akal ketika sampahnya tidak diakut. Tapi saya kira masyarakat akan sandar sendiri ketika normal kembali," ujarnya.

Dari pantauan tribun Rabu (09/06/2021), sampah mulai kembali bertumpuk di sekitar pasar Wonomulyo.

Baca juga: VIDEO: Asrul Ambas Sebut Wonomulyo Akan Dipenuhi Sampah

Baca juga: Update CPNS 2021: Universitas Sulawesi Barat Siapkan 86 Jabatan, 3 Formasi Dosen Bahasa Inggris

Tumpukan sampah di jalan Padi Unggul Pasar Wonomulyo Polman
Tumpukan sampah di jalan Padi Unggul Pasar Wonomulyo Polman (Hasan Basri)

Kebanyakan sampah plastik dan sampah limbah rumah tangga.

Halaman
12
Penulis: Hasan Basri
Editor: Hasrul Rusdi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved