Pemkab Mamasa Gandeng Politeknik Pariwisata Makassar Bangun Kepariwisataan
Ada dua prioritas pengembangan pariwisata di Mamasa menurut Ramlan, yakni agro wisata dan wisata budaya.
Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Hasrul Rusdi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Seminar-Penyusunan-Rencana-Induk-Pembangunan-Kepariwisataan-Dinas-Pariwisata-Kabupaten-Mamasa.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Kabupaten Mamasa merupakan daerah destinasi pariwisata Sulawesi Barat (Sulbar), sesuai surat keputusan Gubernur Sulbar nomor 15 tahun 2008.
Ironisnya, sebagai daerah destinasi pariwisata, Mamasa belum memiliki rencana induk pengembangan kepariwisataan.
Untuk lebih memprioritaskan pembangunan pariwisata di Mamasa, pemerintah kabupaten melalui Dinas Pariwisata, menggandeng Politeknik Pariwisata Makassar, menyusun rencana induk pembangunan kepariwisataan (RIPK) untuk periode 2021-2026.
Baca juga: SMPN 1 Mamasa Siap Lakukan Proses Belajar Tatap Muka, Begini Polanya
Penyusunan RIPK tersebut masih dalam tahap penyelesaian oleh Politeknik Pariwisata Makassar.
Dalam proses penyelesaian penyusunan RIPK, Politeknik Pariwisata Makassar bersama Dinas Pariwisata Mamasa, menggelar seminar dengan menghadirkan kepala OPD dan camat se-Kabupaten Mamasa.
Bupati Mamasa, H Ramlan Badawi, saat dikonfirmasi usai mengikuti seminar, mengatakan pihaknya bekerjasama Politeknik Pariwisata Makassar, untuk merumuskan rencana pengembangan pariwisata.
Menurut Ramlan, RIPK ini sebagai acuan pemerintah kabupaten untuk mengalokasi anggaran dan menetapkan objek wisata yang akan menjadi prioritas.
Ada dua prioritas pengembangan pariwisata di Mamasa menurut Ramlan, yakni agro wisata dan wisata budaya.
"Kita berharap melalui RIPK ini pariwisata di Mamasa akan menjadi ikon Sulawesi Barat," harap Ramlan.
Kasi Hubungan Antara Lembaga, Politeknik Pariwisata Makassar, Syamsu Rijal mengatakan, jauh sebelum berpisah dari Sulawesi Selatan, Mamasa sudah jadi destinasi pariwisata.
Sebagai destinasi wisata Mamasa, sangat wajib dikunjungi oleh wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara.
Baca juga: Syarat dan Alur Pendaftaran di MAN 1 Mamuju, Tahun Ini Terima 6 Rombongan Kelas
"Kalau dia tidak ke Mamasa waktu itu, berarti dia belum ke Indonesia," kata Syamsu Rijal saat memaparkan materi seminar di ruang Pola Kantor Bupati Mamasa, Rabu (9/6/2021).
Menurutnya, banyak potensi di Mamasa yang menarik, namun pengembangannya terkesan jalan di tempat.
Ini disebabkan karena tidak ada perencanaan prinsip, yang menjadi acuan dalam pengembangan pariwisata.
Padahal setiap pembangunan membutuhkan perencanaan yang matang.
Jika tidak ada perencanaan yang matang, maka sama halnya merencanakan kegagalan.
Karenanya, penyusunan rencana induk pembangunan kepariwisataan dianggap penting, sesuai amanat undang-undang nomor 10, tentang kepariwisataan.
Diharapkan, RIPK ini menjadi naskah untuk penyusunan Peraturan Daerah, terkait pengembangan pariwisata di Mamasa.(*)
Laporan wartawan @sammy_rexta