Breaking News:

120 Ton Sampah di Wonomulyo Tidak Diangkut, PAD Retribusi Sampah Merosot 50 Persen

"Yang pastinya target pendapatan dari sampah ini akan jauh dari target itu. Kita estimasikan akan berkurang sampai 50 persen," ujarnya.

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Paku, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar mulai berimbas pada pendapat asli daerah (PAD) restribusi sampah.

Hal itu disampaikan Camat Wonomulyo, Asrul Ambas kepada wartawan disela sela peninjauan lokasi yang akab dijadikan tempat pembuangan sementara, Rabu (9/6/2021).

Semenjak TPA Paku di tutup dikatakan Asrusl, sebagian besar warga Wonomulyo sudah enggan membayar retribusi.

Penolakan pembayaran sudah berlangsung selama sepekan lebih pasca tidak ada operasi pengangkutan sampah di wilayah Wonomulyo .

"Yang pastinya target pendapatan dari sampah ini akan jauh dari target itu. Kita estimasikan akan berkurang sampai 50 persen," ujarnya.

Kendati demikian, Asrul mengaku tidak bisa menyalahkan sepenuhnya kepada masyarakat, karena operasi pengangkutan sqmpah di Polman belum normal.

Saat ini, pemerintah setempat masih berusaha mencari lokasi tempat pembuangan sementara yang jauh dari pemukiman warga.

Tapi pemerintah mengalami banyak kendala, karena selalu mendapat penolakan dari warga sekitar.

Baca juga: Sepekan Tidak Diangkut, Warga Polman Mulai Enggan Bayar Restribusi Sampah

Baca juga: Syarat dan Alur Pendaftaran di MAN 1 Mamuju, Tahun Ini Terima 6 Rombongan Kelas

Tumpukan sampah di sekitar pasar Wonomulyo, Polman.
Tumpukan sampah di sekitar pasar Wonomulyo, Polman. (TribunSulbar.com/Hasan Basri)

Asrul Ambas khawatir jika TPA masih ditutup, maka Wonomulyo bakal dipenuhi sampah.

Wonomulyo diketahui sebagai wilayah yang paling tinggi produksi sampah tiap hari.

Produksi sampah di daerah ini mencapai 15 ton per hari.

"Jadi pasca TPA ditutup, sudah ada 120 ton belum diangkut," ujarnya.

Dari pantauan tribun Rabu (9/6/2021), sampah mulai kembali bertumpuk di sekitar pasar Wonomulyo.

Kebanyakan sampah plastik dan sampah limbah rumah tangga.

Sampah mulai meluber ke jalan. 

(*)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Hasrul Rusdi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved