Breaking News:

Ini Dampak Buruk Dirasakan Warga Sekitar TPA Paku Polman hingga Demo & Bermalam

Salah satu dampak mulai dirasakan masyarakat adalah sumur sumur warga mulai berubah warna, bau, sehingga tidak layak konsumsi.

Hasan Basri
Suasana saat warga nginap di lokasi TPA Paku Polman Sulbar 

TRIBUN - SULBAR. COM, POLMAN - Keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Paku Kecamatan Binuang Polewali Mandar, mulai diprotes.

Protes datang dari warga sekitar TPA Paku, Senin (31/5/2021).

Bahkan warga rela bermalam di area jalur masuk TPA.

Tujuannya menunggu kepastian pemerintah atas tuntutan mereka.

Menurut warga, lokasi TPA di Desa Paku dianggap kurang tepat.

"Jarak antar TPA dan kampung kemiri ada sekitar 200 meter, " kata koordinator lapangan aksi demo, Jafar.

Warga menyebut pemerintah tidak mengelolah dengan baik TPA.

"Pengelolaan sampah di Paku hanya mengedepankan pengumpulan, pengangkutan dan pembuangan,"tambahnya.

Akibatnya kata Jafar menimbulkan kelebihan kapasitas.

Belum lagi kata Jafar, lahan TPA dan sekitarnya cukup produktif bagi pertanian.

"Sehingga dampaknya, sangat potensial merusak lahan dan keberlangsungan hidup masyarakat,"kata Jafar.

Dampak mulai dirasakan bagi masyarakat adalah sumur sumur warga mulai berubah warna, bau, sehingga tidak layak konsumsi.

Perkebunan juga terdampak.

Warga kesulitan menggarap kebunnya karena tidak tahan bau menyengat.

"Ketika petani masuk pagi sampai jam 12 siang, warga kerap merasakan kembung dan sakit perut, " ujarnya.

Sejak kehadiran TPA, warga juga merasakan penurunan hasil perkebunan akibat banyaknya hama pascakeberadaan TPA. 

 

Penulis: Hasan Basri
Editor: Munawwarah Ahmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved